Selasa, 06 Februari 2018

Ucapan terakhir wanita korban longsor Bandara Soetta yang meninggal dunia


Putri masih sempat menanyakan kondisi temannya yang berada di kursi depan.

Pada senin malam 5 Februari 2018 terjadi longsor di Perimeter Selatan, Bandara Soekarno-Hatta. Semua dikerahkan demi menyelamatkan korban di dalam mobil yang tertimpa longsor.

Salah satu korbannya adalah Dianti Dyah Ayu Cahyani atau kerap disapa putri. Ia sempat mengatakan sesuatu kepada sang Ayah saat di Rumah Sakit Mayapada Tanggerang.

Putri berhasil dievakuasi dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Kondisinya saat itu sangat lemah dan mengalami trauma berat usai tertimpa beton dan tanah selam 10 jam atas peristiwa longsor tembok underpass di jalan perimeter selatan Bandara Soekarno-Hatta.

Putri merupakan karyawan PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aeroasia yang bekerja dibagian Trainee For Financial Analyst. Saat kejadian tersebut dirinya tengah mengendarai mobil Honda Brio A 1567 AS sedang melintas di lokasi dan tertimbun reruntuhan longsor.

Gatoto Tjahjono selaku ayah korban mengaku mendampingi saat proses evakuasi di lokasi peristiwa tersebut. Menurutnya, Putri satu dari dua korban yang masih bisa diajak berkomunikasi oleh petugas evakuasi. walaupun saat itu dirinya dalam kondisi terjepit impitan mobil dan tumpukan material beton. Posisi Putri berada di balik kemudi cerita Gatot.

Saat berhasil diselamatkan Putri masih sempat menanyakan kondisi temannya yang berada di kursi depan. kemudian seorang petugas menjawab, temannya masih proses evakuasi.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Ucapan terakhir wanita korban longsor Bandara Soetta yang meninggal dunia

0 komentar:

Posting Komentar